DAKWAH KULTURAL SUNAN KALIJAGA: INTEGRASI TASAWUF DAN BUDAYA JAWA DAN RELEVANSINYA DENGAN DAKWAH MODERN

Authors

  • nurjana Author
  • Sakhira A Lasawali Author
  • Siti Maryam Author
  • Wahdania Author

DOI:

https://doi.org/10.24239/bpx6f765

Abstract

Artikel ini membahas dakwah kultural Sunan Kalijaga sebagai model integrasi antara tasawuf dan budaya Jawa dalam proses Islamisasi di Pulau Jawa. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana nilai-nilai Islam disampaikan melalui media budaya lokal tanpa menghilangkan identitas masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui penelusuran literatur tentang Sunan Kalijaga, Walisongo, Islam Jawa, dakwah kultural, tasawuf, wayang, tembang, dan tradisi lokal. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk melihat hubungan antara ajaran Islam, simbol budaya, dan transformasi spiritual masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah Sunan Kalijaga tidak hanya bersifat kultural, tetapi juga sufistik karena menekankan pembinaan akhlak, penyucian batin, toleransi, kebijaksanaan, dan harmoni sosial. Media budaya seperti wayang, tembang Lir-ilir, gamelan, Sekaten, serta prinsip momong, momor, dan momot menjadi sarana efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam. Artikel ini menegaskan bahwa dakwah sufistik-kultural Sunan Kalijaga tetap relevan sebagai model dakwah Islam yang moderat, humanis, dan kontekstual pada masa kini.

Downloads

Published

27-05-2024