UCAPAN SELAMAT HARI RAYA AGAMA LAIN DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI MULTIKULTURALISME: TELAAH ATAS PERBEDAAN PANDANGAN ULAMA
DOI:
https://doi.org/10.24239/1gwrdm12Abstract
Artikel ini membahas persoalan ucapan selamat hari raya agama lain dalam perspektif teologi multikulturalisme. Dalam masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia, ucapan seperti “Selamat Natal” atau ucapan terhadap hari raya agama lain sering menimbulkan perdebatan karena berada di antara komitmen teologis dan tuntutan toleransi sosial. Sebagian ulama melarang ucapan tersebut karena dipandang dapat mengandung pengakuan terhadap ajaran teologis agama lain serta penghormatan terhadap syiar keagamaan di luar Islam. Sebaliknya, sebagian ulama membolehkannya apabila ucapan tersebut dimaknai sebagai kesantunan sosial, penghormatan kemanusiaan, dan upaya menjaga hubungan damai tanpa membenarkan akidah agama lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan normatif-teologis dan analisis komparatif. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa perbedaan pandangan ulama berakar pada perbedaan dalam menempatkan persoalan tersebut, apakah sebagai wilayah akidah dan syiar keagamaan atau sebagai wilayah muamalah sosial. Artikel ini menegaskan bahwa teologi multikulturalisme dapat menjadi kerangka untuk menjaga akidah Islam sekaligus membangun etika hidup bersama dalam masyarakat plural.