HEDONISME DAN GAYA HIDUP KONSUMTIF DALAM MASYARAKAT MODERN:ANALISIS PEMIKIRAN SEYYED HOSSEIN NASR
DOI:
https://doi.org/10.24239/wzqyhz88Abstract
Artikel ini mengkaji hedonisme dan gaya hidup konsumtif dalam masyarakat modern melalui perspektif pemikiran Seyyed Hossein Nasr. Masyarakat modern ditandai oleh kemajuan teknologi, perluasan media digital, pertumbuhan pasar, serta meningkatnya kecenderungan manusia dalam memaknai kebahagiaan melalui kepemilikan material, kesenangan, dan pengakuan sosial. Konsumsi tidak lagi dipahami semata-mata sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi telah berubah menjadi simbol identitas, status, dan pencitraan diri. Kondisi ini menunjukkan adanya krisis yang lebih mendalam dalam kehidupan manusia modern, yaitu hilangnya orientasi spiritual dan dominasi nilai-nilai materialistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data dianalisis melalui pemikiran Seyyed Hossein Nasr, terutama kritiknya terhadap modernitas, krisis spiritual manusia modern, desakralisasi, dan pentingnya pemulihan dimensi sakral dalam kehidupan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hedonisme dan gaya hidup konsumtif bukan hanya fenomena ekonomi atau sosial, melainkan juga persoalan moral dan spiritual. Pemikiran Nasr menawarkan kerangka spiritual Islam yang mengkritik modernitas materialistik serta menekankan pentingnya tauhid, pengendalian diri, kesederhanaan, qana’ah, dan kesadaran ruhani. Dengan demikian, spiritualitas Islam dapat menjadi dasar alternatif dalam membangun gaya hidup masyarakat modern yang lebih seimbang, bermakna, dan bertanggung jawab.