AKHLAK MURID KEPADA MURSHID DALAM TAREKA NAQSABANDIYAH
DOI:
https://doi.org/10.24239/8y7cfw08Keywords:
riyadha, nafs, obey, patient, loveAbstract
Artikel ini mengkaji seputar relasi Murid dan Murshid dalam Tarekat Naqsabandiyah. Kajian ini melengkapi penelitian-penelitian yang sudah ada seputar tarekat tersebut. Tema ini sengaja dipilih penulis karena relasi Murid-Murshid masih belum menjadi pengetahuan umum, terutama yang berkaitan dengan akhlak (code of conduct) yang mendasari hubungan tersebut. Dalam risetnya, penulis menggunakan pendekatan historis dan sosiologis untuk membedah akhlak tersebut. Pada proses pengumpulan data, peneliti mengunakan teknik analisis naskah yang berkaitan dengan tarekat dan akhlak dalam tarekat. Hasilnya, dalam tarekat Naqsabandiyah hubungan Murid-Murshid diatur oleh aturan yang sangat ketat. Dari aturan-aturan ini tergambar bahwa Murid harus memiliki ketaatan mutlak kepada Murshid dalam semua aspek kehidupan yang dijalaninya, terutama yang berkaitan dengan aktivitas ketarekatan. Kewajiban taat ini bukan semata lahir dari otoritas Murshid, melainkan secara tersirat diperintahkan Allah dalam al-Qur’an.