Islam Sebagai Agama Dan Kebudayaan Pembacaan Kritis Dengan Pendekatan Kritik Nalar Arab AbidAl-Jabiri
DOI:
https://doi.org/10.24239/a7cycj46Keywords:
al-‘aql al-mukawwan, al-‘aql al-mukawwin, Bayani, Burhani, IrfaniAbstract
Tulisan ini membahas tenang anatami terbentuknya Islam dari perspektif kritik nalar Arab Abid Al-Jabiri. Tulisan ini ingin menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang juga dibentuk atau diproduksi oleh budaya. Dalam hal ini budaya Arab. Dalam penelitiannya, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan historis-filosofis. Hasilnya, terbukti bahwa Islam yang lahir pertama kali di Arab itu memang tidak bisa dilepaskan dari konteks kebudayaan Arab. Pada diri ajaran Islam bersemayam nilai-nilai yang berasal dari budaya Arab. Di antara bukti nyata yang bisa ditunjukkan, salah satunya, ada dalam Bahasa Arab sebagai bahasa utama al-Qur’an. Di samping itu, Islam juga telah turut membentuk (mereproduksi) kebudayaan Arab melalui ketiga nalar: bayani, burhani, dan Irfani. Ketiga nalar ini kelak menjadi medium persemaian tradisi keilmuan Islam yang diajarkan di banyak sekolah atau lembaga pendidikan, baik yang klasik maupun yang modern.