KONSEP STOISISME ZENO OF CITIUM DALAM MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN DI ERA MODERN

Authors

  • Mukni Marsanda Author

DOI:

https://doi.org/10.24239/593p0j02

Abstract

Banyak orang yang masih berpendapat bahwa filsafat itu bikin pusing, tidak praktis, berisi banyak teori abstrak, dan tidak berhubungan dengan kehidupan nyata sehari-hari. Sayangnya, setelah bertahun-tahun menggeluti filsafat, peneliti berpendapat, bahwa semua cap tersebut salah. Salah satu aliran filsafat yang kini membuat hidup jauh lebih praktis dan sangat cocok diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, ialah Stoisisme. Stoisisme berkembang melalui kecakapan berbahasa atau linguistik, awalnya konsep Stoisisme yang ditawarkan Zeno of Citium hanya menawarkan hidup yang selaras dengan alam, tetapi seiring waktu banyak penganut Stoik yang mengembangangkan konsep tersebut diantaranya Markus Aurelius, Seneca, dan Epictetos di Zaman Romawi. Kemudian diterapkan oleh beberapaa tokoh-tokoh modern seperti Henry Manampiring dengan buku Filosofi Teras-nya, dan karya-karya tokoh Stoik yang lain. Dengan di berbagai kalangan content creator, Raditia Dika, Ferry Irwandi yang kini ramai jadi perbincangan Stoikisme. Pada akhirnya menghasilkan banyak penganut Stoikisme untuk hidup lebih baik. Dari kesimpulan yang diperoleh disarankan untuk para kaum Stoik di era modern agar kiranya memperaktekkan konsep Stoisisme dengan bijaksana tidak melenceng dari agama dalam memahami pemikiran-pemikiran Zeno of Citium.

Downloads

Published

21-11-2024