IDEOLOGI DALAM IKLAN PEREMPUAN(Studi Analisis Dengan Pendekatan Filsfat Kritis)

Authors

  • Soraya Al amri Author
  • Saude Author
  • Kamridah Author

DOI:

https://doi.org/10.24239/c3xrhf94

Keywords:

eksploitasi, gender, kapitalisme, standar

Abstract

Iklan kosmetik telah mempengaruhi banyak perempuan dalam melihat kecantikan. Perempuan “ideal” adalah yang sesuai dengan stereotipe yang dibentuk dari aspek visual dan tekstual iklan, yaitu perempuan berkulit cerah,berambut lurus dan langsing. Periklanan telah mendistorsi realitas secara halus dan memanipulasi konsumen untuk terus membeli produk-produk mereka. Standar kecantikan yang kaku menciptakan persepsi perempuan tentang apa yang dianggap menarik dan hal ini secara besar-besaran meningkatkan profitabilitas industri kosmetik. Mereka didorong untuk memperbaiki bagian tubuh mereka yang dirasa tidak sempurna dengan terus membeli produk kosmetik. Sehingga keberhasilan industri kosmetik terjadi bersamaan dengan meningkatnya penurunan harga diri dan kepercayaan diri perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dan pendekatan filsafat kritis untuk memahami fenomena perilaku konsumtif terhadap produk kecantikan di era saat ini, terutama memandang bagaimana terjadinya jalinan reproduksi dan relasi ideologis dalam memperkuat mitos kecantikan yang ditampilkan lewat iklan. Penelitian ini mengarah pada kesimpulan bahwa keberhasilan reproduksi industri kosmetik tidak bisa dilepaskan dari peran penting beberapa ideologis. Seperti idelogi rasisme atau warnaisme yang menciptakan rasa tidak percaya diri pada perempuan berkulit gelap lewat kurangnya representasi orang-orang berkulit gelap di media iklan. Hal ini masih sering terjadi di negara-negara Asia seperti Indonesia, Korea Selatan, China, India, dan lainnya. Industri kosmetik juga memanfaatkan ide kelas sosial. Bagaimana penampilan seseorang dapat menentukan posisi kelas ekonomi mereka di masyarakat. Karena kecantikan sekarang bisa dibeli dan tidak lagi bergantung pada faktor genetika. Sehingga status ekonomi seseorang bisa dilihat dari seberapa menarik penampilan mereka. Hal ini kemudian melahirkan perilaku konsumtif. Dengan memahami secara kritis mekanisme pemasaran industri kosmetik melalui beragam jenis iklan. Harapannya banyak orang yang bisa memahami bahwa standar kecantikan yang berada di masyarakat hanyalah ilusi buatan sekelompok orang dan sangat tidak Inklusif. Dan menyadari bahwa industri kosmetik telah mengeksploitasi rasa ketidakamanan perempuan dan laki-laki terhadap tubuh mereka sendiri selama bertahun-tahun demi mendapatkan keuntungan. Memahami ini secara kritis dapat membantu konsumen melepaskan diri dari rantai kapitalisme dan menghentikan perilaku konsumtif yang berkontribusi besar terhadap kerusakan alam selama beberapa tahun terakhir.

Downloads

Published

13-11-2025