FROM NORMATIVE THEOLOGY TO CRITICAL THEOLOGY: RECONSTRUCTING ISLAMIC THEOLOGICAL THOUGHT IN RESPONSE TO MODERNITY
Keywords:
Teologi Islam; Teologi Normatif; Teologi Kritis; Modernitas; Rekonstruksi Teologi; Studi Islam KontemporerAbstract
Artikel ini mengkaji transformasi teologi Islam dari paradigma normatif menuju paradigma kritis dalam merespons tantangan modernitas. Masalah utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah keterbatasan metodologis teologi normatif ketika direduksi menjadi model teologi defensif dan tekstualis yang kurang responsif terhadap isu-isu kontemporer seperti pluralisme agama, hak asasi manusia, keadilan gender, krisis ekologi, modernitas digital, dan fragmentasi otoritas keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara teologi normatif dan teologi kritis serta merumuskan model integratif rekonstruksi teologi Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, historis-filosofis, dan rekonstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi normatif tetap penting sebagai fondasi doktrinal keimanan Islam, sedangkan teologi kritis berfungsi sebagai perluasan metodologis yang memungkinkan pemikiran Islam berdialog dengan realitas modern melalui hermeneutika, penalaran berbasis maqāṣid, dan dialog interdisipliner. Artikel ini menegaskan bahwa teologi normatif dan teologi kritis tidak perlu diposisikan sebagai dua paradigma yang saling bertentangan, melainkan sebagai dua dimensi yang saling melengkapi. Model integratif yang ditawarkan menggabungkan fondasi normatif, metode kritis, dan orientasi transformatif, sehingga teologi Islam tetap berakar pada wahyu sekaligus responsif secara etis dan relevan secara sosial di era modern.