DIALECTICS OF SYMBOL AND HERMENEUTICS: A COMPARATIVE STUDY OF PAUL RICOEUR AND FAZLURRAHMAN’S THOUGHT ON RELIGIOUS LANGUAGE
Keywords:
Symbol, Religious Language, Hermeneutics,, Paul Ricoeur, Paul Tillich, TranscendencAbstract
Artikel ini mengkaji problem bahasa agama melalui studi komparatif pemikiran Paul Ricoeur dan Fazlur Rahman. Masalah utama yang dibahas adalah kecenderungan memahami bahasa agama secara literal sehingga kedalaman simbol dan makna etis wahyu sering tereduksi. Bahasa agama tidak dapat dipahami hanya sebagai ungkapan doktrinal atau verbal, tetapi sebagai wacana simbolik dan hermeneutik yang menuntut penafsiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Sumber primer diambil dari karya-karya Paul Ricoeur dan Fazlur Rahman, sedangkan sumber sekunder berasal dari buku serta artikel jurnal Indonesia terbaru yang relevan dengan kajian hermeneutika, simbol, dan penafsiran Al-Qur’an. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ricoeur memahami bahasa agama sebagai wacana simbolik yang memiliki surplus makna dan membuka pemahaman eksistensial manusia. Sementara itu, Fazlur Rahman memandang bahasa Al-Qur’an sebagai wacana historis-moral yang perlu ditafsirkan melalui metode double movement. Perbandingan keduanya menunjukkan bahwa Ricoeur menekankan makna simbolik-eksistensial, sedangkan Rahman menekankan transformasi historis-etis. Keduanya menawarkan kerangka kritis untuk mengatasi literalisme dan membangun pemahaman agama yang reflektif, kontekstual, serta transformatif.