ALGORITHMIC AUTHORITY AND THE DECONSTRUCTION OF KNOWLEDGE IN THE DIGITAL AGE: AN ISLAMIC PHILOSOPHICAL PERSPECTIVE
Otoritas Algoritmik dan Dekonstruksi Pengetahuan di Era Digital: Perspektif Filsafat Islam
Keywords:
epistemologi Islam, otoritas pengetahuan, kecerdasan buatan, krisis epistemik, Epistemilogi IslamAbstract
Artikel ini mengkaji dekonstruksi otoritas pengetahuan di era digital dalam perspektif filsafat Islam. Masalah utama yang dibahas adalah krisis epistemologis akibat pergeseran otoritas pengetahuan dari institusi keilmuan, legitimasi moral, dan transmisi intelektual menuju sistem digital yang dibentuk oleh algoritma, popularitas, kecepatan, dan visibilitas platform. Dalam masyarakat Muslim, pergeseran ini melemahkan fondasi pengetahuan Islam, terutama sanad, adab, verifikasi, serta integrasi wahyu dan akal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan filosofis-analitis dan hermeneutik-kritis. Analisis dilakukan dengan menelaah konsep-konsep epistemologi Islam, khususnya tabayyun, sanad, adab, serta hubungan akal dan wahyu dalam kaitannya dengan media digital, kecerdasan buatan, dan otoritas algoritmik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa era digital melahirkan desentralisasi epistemik, legitimasi algoritmik, dan otoritas performatif yang mengaburkan batas antara pengetahuan otentik, opini, dan otoritas semu. Artikel ini menegaskan bahwa filsafat Islam menawarkan kerangka rekonstruktif bagi epistemologi Islam digital melalui pemulihan verifikasi, etika pengetahuan, akuntabilitas intelektual, dan hierarki otoritas yang sahih.